Cara Membuat Website Portofolio dengan WordPress

Apakah Anda seorang desainer, fotografer, penulis, atau profesional kreatif yang ingin menampilkan karya terbaik Anda?
Memiliki website portofolio adalah kunci untuk mendapatkan klien baru dan membangun personal branding yang kuat.
Namun, banyak yang mengira membuat website itu rumit dan mahal. Padahal, dengan WordPress, Anda bisa membuat website portofolio keren dalam waktu kurang dari 30 menit!
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah, mulai dari nol hingga website portofolio Anda siap tayang. Mari kita mulai!
Mengapa WordPress Menjadi Pilihan Terbaik untuk Portofolio?
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk mengetahui mengapa WordPress sangat direkomendasikan.
Gratis dan Fleksibel: Platform ini gratis dan open-source, artinya Anda bebas memodifikasinya sesuai kebutuhan.
Mudah Digunakan: Meskipun Anda tidak memiliki latar belakang teknis, antarmuka WordPress yang intuitif sangat mudah dipelajari.
Banyak Pilihan Desain: Ada ribuan tema (template) gratis maupun berbayar yang bisa Anda gunakan untuk membuat tampilan website Anda unik.
SEO-Friendly: WordPress dibangun dengan struktur yang disukai oleh mesin pencari seperti Google, memudahkan website Anda muncul di hasil pencarian.
Langkah 1: Membeli Domain dan Hosting
Langkah pertama adalah memiliki "alamat" dan "rumah" untuk website Anda.
Domain: Nama unik website Anda (contoh: namaanda.com). Pilih nama yang profesional dan mudah diingat.
Hosting: Ruang penyimpanan di server tempat semua data website Anda tersimpan.
Pilih penyedia hosting tepercaya yang menawarkan paket hosting WordPress khusus. Mereka biasanya menyediakan fitur instalasi WordPress hanya dengan satu klik.
Langkah 2: Menginstal WordPress
Setelah membeli hosting, Anda akan mendapatkan akses ke cPanel (control panel). Sebagian besar penyedia hosting modern memiliki fitur "WordPress Installer" atau "Softaculous Apps Installer". Cukup klik, isi beberapa detail dasar seperti nama website dan username, lalu klik instal. Dalam hitungan menit, WordPress sudah terpasang di domain Anda.
Langkah 3: Memilih dan Menginstal Tema Portofolio
Tampilan website portofolio Anda sangat penting.
- Masuk ke dashboard WordPress Anda (namadomainanda.com/wp-admin).
- Pilih Tampilan > Tema > Tambah Baru.
- Di kolom pencarian, ketik "portofolio".
- Pilih tema yang Anda sukai, lalu klik Pasang dan Aktifkan.
Tips: Beberapa tema portofolio gratis yang populer adalah Astra, Kadence, atau Neve. Mereka ringan dan sangat bisa disesuaikan.
Langkah 4: Menambahkan Plugin Penting
Plugin adalah "aplikasi" tambahan untuk memperkaya fitur website Anda. Untuk portofolio, Anda bisa menginstal:
Elementor: Plugin pembuat halaman visual (page builder) yang memudahkan Anda mendesain tata letak tanpa coding.
Yoast SEO: Membantu Anda mengoptimalkan artikel dan halaman agar ramah SEO.
Contact Form 7: Membuat formulir kontak agar calon klien bisa menghubungi Anda dengan mudah.
Langkah 5: Membuat Halaman Portofolio dan Menambahkan Karya
Sekarang saatnya mengisi website Anda dengan karya-karya terbaik!
- Di dashboard, pilih Laman > Tambah Baru.
- Beri judul seperti "Portofolio" atau "Karya Saya".
- Gunakan editor bawaan WordPress atau Elementor untuk mulai menambahkan galeri foto, deskripsi proyek, atau tautan ke karya Anda.
- Setelah selesai, klik Terbitkan.
Ulangi langkah ini untuk membuat halaman "Tentang Saya" dan "Kontak". Jangan lupa, buatlah halaman utama (Homepage) Anda semenarik mungkin untuk menyambut pengunjung.
Selamat! Website portofolio Anda sudah jadi. Sekarang Anda bisa mulai mempromosikannya ke calon klien dan kolega.
Bagaimana, mudah bukan? Jika Anda memiliki pertanyaan atau kendala selama proses ini, jangan ragu untuk bertanya di kolom komentar di bawah. Saya akan dengan senang hati membantu Anda!